Wednesday, 29 April 2015

Dear Anggun: Indonesia adalah target terbesar di Asia untuk peredaran.

Dearest Anggun C Sasmi,

Anggun, saya memang tidak pernah menjadi penggemar Anggun maupun lagu-lagu Anggun, baik dahulu ketika Anggun masih tinggal di Indonesia maupun sekarang setelah Anggun menetap di Perancis. Tetapi saya cukup tahu Anggun, karena kebetulan rumah orangtua kita berdua di Yogyakarta terletak berdekatan. Jadi mungkin saja, dulu ketika Anggun masih tinggal di Yogyakarta kita seringkali berpapasan, entah di Jalan Sisingamangaraja, dekat rumah orangtua Anggun, maupun mungkin di Malioboro, entah dimana yang pasti di Yogyakarta. Tetapi kemudian entah mengapa Anggun memutuskan untuk meninggalkan kota kita ini, kota yang indah dan penuh dengan kenangan indah bagi siapa saja yang pernah mengunjunginya. Mungkin Perancis lebih memikat hatimu. Entah, yang pasti Anggun bukan lagi orang Indonesia sekarang, tetapi Anggun sudah menjadi warga Negara Perancis.

Anggun, saya paham, setiap orang pasti mempunyai jiwa nasionalisme dan pembelaan terhadap negaranya masing-masing. Dan dengan pembelaanmu terhadap seorang warga Negara Perancis bernama Serge Atlaoui yang akan dihukum mati di Indonesia, sudah membuktikan betapa tingginya rasa nasionalisme Anggun terhadap negara. Demikian pula, saya sebagai warga Negara Indonesia, saya juga pasti akan membela Indonesia dengan sepenuh hati dan jiwa saya. Saya memang saat ini, sama seperti Anggun, sedang menetap di Negara lain, bedanya, saya tetap warga Negara Indonesia dan dalam waktu dekat akan kembali lagi di Indonesia.   

Saya tidak akan membujuk ataupun mempengaruhi cara berpikir dan pendapat Anggun, tetapi saya hanya akan memberikan informasi, mengapa Sergei dihukum mati oleh Hukum Indonesia. Saya kutipkan berita yang banyak dijumpai di koran-koran online ya, karena mungkin Anggun tidak sempat untuk membacanya, apalagi koran-koran tersebut dalam Bahasa Indonesia, yang pastinya tidak menarik untuk dibaca bagi warga Negara Perancis dan pastinya Bahasa Indonesia sudah sulit untuk dipahami dengan mudah.

Ini saya kutipkan berita dari detik.com, Rabu, 22/04/2015 08:20 WIB:

“Polri mulai mengendus pabrik ini pada akhir 2005 silam. Polri lalu melakukan penggerebekan besar-besaran pada 11 November 2005 dan menyita berton-ton bahan pembuat ekstasi, 148 kilogram sabu, dan sejumlah mesin pembuat ekstasi. Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 4.000 meter persegi itu berkapasitas produksi 100 kilogram ekstasi per minggu. Pabrik ini disebut-sebut sebagai pabrik terbesar ketiga di dunia setelah pabrik di Fiji dan Cina! Dengan satu kilogram ekstasi berisi 10 ribu butir pil yang tiap butirnya laku dijual Rp 100 ribu, maka pabrik ini setiap minggunya memiliki omset Rp 100miliar”. 
(http://news.detik.com/read/2015/04/22/082053/2894471/10/ini-dahsyatnya-pabrik-narkoba-yang-dibangun-wn-prancis-di-serang)


Dan saya kutipkan juga informasi dari wawancara MetroTV, station TV Indonesia yang barangkali juga tidak menarik bagi Anggun untuk melihatnya: “Indonesia adalah target terbesar di Asia untuk peredaran”.  “Karena demand yang begitu besar, keuntungan juga besar, and hukumannya juga ringan”. (https://www.youtube.com/watch?v=EvISfBlj_Fw)

Demikian ya Anggun surat saya pendek saja, karena tujuan saya memang hanya untuk memberikan informasi kepada Anggun mengapa Sergei mendapatkan hukuman mati di Indonesia.

Salam,
Ludmilla


Wednesday, 14 January 2015

Jokowi Memang Politikus Ulung

Jokowi itu politikus yang ulung. Saya salut dan angkat topi akan langkah dan strategi yang ditempuhnya dalam menyikapi sesuatu hal, walau untuk itu seringkali beliau merelakan citra diri di mata rakyat Indonesia. Contohnya adalah dalam penetapan Komjen Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri. Nama BG sendiri sebenarnya sudah pernah diajukan oleh Jokowi ke KPK dan PPTIK sebelumnya sebagai salah satu calon menteri, dan dicoret karena stabilo merah yang diberikan oleh KPK. Jokowi sendiri saat penetapan menteri telah melibatkan KPK dan PPTIK, diduga untuk meruntuhkan desakan dan pemaksaan orang-orang sekitarnya atas orang-orang yang tidak kredibel dan bersih sebagai salah seorang menteri. Oleh karena itulah mengapa kali ini Jokowi tidak membawa BG ke KPK lagi untuk penetapannya sebagai calon Kapolri, karena jejak langkah BG sudah diketahui oleh Jokowi. Apalagi berita tentang rekening gendut para pejabat polisi itu sudah lama beredar. Masyarakat Indonesia pun hampir semuanya tahu, mustahil seorang Presiden Jokowi tidak mengetahuinya.

Sementara di satu pihak lagi, barangkali desakan Jokowi untuk mengajukan BG sebagai Kapolri sangat kuat. Ingat bahwa Jokowi sendiri sebenarnya tidak mendapatkan dukungan yang penuh dari PDIP, walaupun PDIP merupakan partai pengusung Jokowi sebagai presiden. PDIP itu masih sepenuhnya berada dibawah kendali Megawati. Sementara JK juga tidak mendapatkan dukungan dari Golkar, bahkan Golkar justru memilih beroposisi terhadap pemerintahan. Dengan demikian apabila Jokowi menempatkan dirinya head to head dengan PDIP atau bahkan dengan Megawati, maka hilanglah sepenuhnya dukungan dari PDIP yang sebenarnya hingga saat ini masih setengah hati mendukung Jokowi tersebut. Roda pemerintahan akan berat untuk berjalan apabila dukungan dari parlemen tidak ada. Kubu KMP sudah pasti merupakan pihak oposisi pemerintahan, apalagi didukung rumor bahwa adanya agenda KMP untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi di tahun kedua tersebut.

Awalnya saya mengira bahwa Jokowi akan memakai DPR sebagai alat untuk menolak BG sebagai Kapolri. Walau untuk ini ada mungkin ada dua kemungkinan.Satu, DPR akan menolak BG karena walau bagaimanapun KMP masih menjadi mayoritas, dan KMP ingin menunjukkan kepada public tentang komitmen KMP untuk pemberantasan korupsi. Istilah Jawa “nabok njilih tangan” akan terjadi disini. Jokowi meminjam tangan DPR untuk menolak BG sebagai Kapolri. Sehingga dengan kejadian ini, Jokowi tidak perlu berhadapan dengan Megawati maupun PDIP. Dua,KMP menerima BG sebagai Kapolri, dan kalau ini yang terjadi, runtuhlah kewibawaan pemerintah dan polisi di mata masyarakat.
Setelah KPK menetapkan BG sebagai tersangka, saya pun menduga bahwa ternyata scenario ini yang dijalankan. Saya menduga semua kejadian ini adalah scenario hasil kerjasama Jokowi dengan KPK. Barangkali memang seperti inilah rencana, selepas Jokowi menetapkan BG sebagai calon tunggal Kapolri, maka kemudian beberapa hari kemudian KPK menetapkan BG sebagai tersangka. Dengan demikian Jokowi sudah menolak Kapolri hasil desakan dari orang-orang sekitarnya dengan cara tidak dengan tangannya sendiri. Setelah ini dengan pastinya Jokowi akan bermain lebih berani untuk menempatkan orang-orang yang credible, bersih dan capable untuk menjadi orang-orang yang bekerja bersamanya tanpa desakan dan paksaan dari orang-orang sekitarnya lagi.

Dunia politik memang keras, dan kita harus mampu bermain cantik agar menang.

Artikel saya ini juga saya upload di account saya di kompasiana:

Wednesday, 10 December 2014

Sabar bukankah berarti kita diam saja ketika orang lain menganiaya kita, tetapi adalah ketika kita mengerti permasalahan yang sesungguhnya dan menyelesaikan nya dengan langkah yang bijaksana, tidak menyakiti atau merugikan orang lain. Sabar juga bukan berarti kita diam saja ketika dituduh dengan semena-mena, tetapi bagaimana membuka kebenaran itu dengan bijaksana dan terhormat.

Sunday, 30 November 2014

Just remember, everything in this world is not happened without any reason. You will know the answer of all your questions why you have to get into this all processes, after sometimes in the future. Nothing is incidentally happened. Everything is given by God with a special purpose.

Thursday, 30 October 2014

Nelson, New Zealand (Maori: Whakatu = build): kota kecil yang Indah

Kali ini adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki saya dibumi New Zealand. Dan saya sangat beruntung bahwa saya berkesempatan untuk menginjakkan kaki di kedua pulau besar New Zealand, South Island and North Island.  

Pertama kali pesawat saya mendapat di Bandara Christchurch setelah terbang selama kurang lebih 3,5 jam dari Melbourne. Christchurch adalah sebuah bandara international yang relatif kecil. Dan saya cukup menyesal ketika mengetahui betapa kecilnya Bandara ini, setelah saya melewatkan sebuah gambar di dinding dengan ucapan "Welcome to Christchurch" setelah baggage claim dan saya tdk berhenti untuk memotret diri saya dengan latarbelakang tulisan dan gambar tsb; karena saya hanya mempunyai waktu satu jam transit dan sudah terpakai sekitar 20 menit untuk urusan imigrasi dan baggage claim. Padahal itu bisa menjd bukti mudah bahwa saya pernah mendarat di bandara Christchurch. 

Perjalanan dari Christchurch ke Nelson melewati pegunungan hijau yang sangat jarang terdapat perkampungan di antaranya,  walaupun saya melihat jalan yang membentang panjang dan berkelokkelok di antara hutan,  gunung dan bukit. Tetapi bagian yang membuat excited adalah kami menumpang pesawat capung kecil dengan kursi penumpang kuranglebih 40, berisi hanya kira 27 orang saja. Ini adalah pertama kali dalam hidup saya menumpang pesawat capung seperti itu.


Mendarat di bandara Nelson, saya juga menjumpai sebuah bandara yang cukup kecil dan minimalis. Walaupun Nelson merupakan kota tertua kedua settlement orang2 Eropa masa lalu, yang terbangun pada tahun 1841, tetapi Nelson bisa di katakan hanya sebuah desa kecil yang hanya berpenghuni sekitar 46.437 penduduk saja. Nelson terletak di bagian utara Pulau Selatan NZ, berbatasan dengan desa Richmond di sebelah selatan dan Marlborough Bay di utara. Nelson terletak di pantai barat South Island pada Tasman Sea. Nelson dapat ditempuh dengan Kapal Ferry, dari kota Wellington menuju pelabuhan Piston dengan mempergunakan bus. Yang pastinya menjanjikan pemandangan yang luar biasa indahnya.


Kota kecil, bahkan bisa di katakan desa, tetapi sangat indah adalah kelebihan yang bisa kita dapatkan dengan mengunjungi kota Nelson. Banyak bangunan tua bergaya Eropa disana, khas sebuah kota settlement Eropa seperti halnya Australia, dengan sejarah yang sangat menarik dan indah untuk di kenang.


Saya mengunjungi Nelson karena Cawthron Institute, sebuah lembaga swasta ilmu pengetahuan terbesar di NZ. Didirikan pada tahun 1919, sebagai sebuah warisan dari Thomas Cawthron,  sehingga nama institute juga diberikan setelah nama dia. Thomas Cawthron adalah seorang filantropis yang meninggal pada tahun 1915, dan kemudian meninggalkan kekayaannya untuk membangun sebuah institute yang berfokus kepada industri, sekolah teknik dan museum. Institute tersebut kemudian diberi nama Cawthron Institute. Cawthron Institute kemudian mengembangkan banyak kegiatan riset yang berfokus mengenai insekta dan penyakit tanaman, tanah dan nutrisi tumbuhan, dan kimia pertanian; dengan tujuan membantu industri pertanian, kehutanan di Nelson and New Zealand.



Original Institute Building,
Original Institute Building, The Nelson Provincial Museum

Saat ini Cawthron Institute telah berkembang menjadi salah satu institute dunia yang berfokus kepada akuakultur, keamanan makanan dari laut, ekologi kelautan dan muara, ekologi perairan tawar, dan laboratorium analitik. 

Sebuah kunjungan ilmiah ke kota Nelson yang sangat bernilai.

Monday, 20 October 2014

Kebaikan adalah investasi

Hari ini, saya melihat dan menyaksikan proses pelantikan Bapak Joko Widodo menjadi presiden RI ke-7 melalui layar komputer saya. Pelantikan ini merupakan pelantikan kedua yang pernah saya saksikan secara langsung (melalui layar komputer/televisi) setelah pelantikan Barack Obama sebagai presiden US untuk periode kedua. 

Saya pernah membaca di suatu status facebook seorang teman bahwa kebaikan itu adalah sebuah investasi. Ketika itu, status tersebut menyoroti tentang Raffi Ahmad yang dalam pernikahannya mendapatkan banyak hadiah mewah dari para sahabatnya, yang konon dikarenakan Raffi Ahmad ini adalah seseorang yang juga baik hati dan ringan tangan kepada para sahabatnya. Sehingga akhirnya kebaikan tersebut berbalas, walaupun barangkali ketika Raffi Ahmad tersebut berbuat baik tidak terbersit sedikitpun untuk mendapatkan balasan.

Kemudian apa hubungannya antara pelantikan presiden dan Raffi Ahmad? Konon, bapak presiden ketujuh kita ini, Bapak Joko Widodo, juga merupakan orang yang sangat baik hati, ringan tangan, dan religious. Barangkali hal tersebutlah yang menjadikan beliau hanya berpikir untuk bekerja dengan sebaik-baiknya, jujur, dan penuh pengabdian kepada rakyat Surakarta ketika terpilih menjadi Walikota Surakarta untuk yang pertama kalinya. Sehingga pada pemilihan yang kedua kalinya, beliau menang 90.9%, kemenangan telak yang pertama dalam sejarah pemilihan pimpinan daerah di Indonesia. Dan kemudian sejarah membuktikan, beliau dapat terus melaju ke pemilihan Gubernur DKI. Dan beliau saat ini adalah presiden RI ketujuh. 

Terlepas dari takdir Illahi, tetapi saya yakin bahwa kebaikan dapat merubah karma dan takdir itu sendiri. Sehingga berbuat baiklah selalu, dengan ikhlas dan jangan berhitung, karena kebaikan adalah investasi.


Thursday, 16 October 2014

Karena Tank Leopard, saya dibully di medsos

Untuk pertamakalinya saya merasakan dibully dan diolok-olok di sebuah medsos karena hasil pemikiran saya. Alhamdullilah, saya diberi karunia oleh Allah swt. untuk merasakan bagaimana para selebriti dan pejabat negara tersebut dibully beramai-ramai di medsos. (:D big smile). Menjadi salah satu proses pembelajaran dan proses pelatihan untuk saya untuk menapaki langkah hidup saya selanjutnya. Siapa yang akan tahu dimasa depan nanti, karena semua rencana itu milik Allah swt. (:D a very big smile).

Kejadian tersebut bermula ketika secara tidak sengaja saya mengklik berita tentang Presiden Habibi yang mengkomentari tentang tank Leopard. Link tersebut tidak sengaja saya dapat dari share berita yang muncul di feed line Facebook saya. Link tersebut adalah: http://news.liputan6.com/read/2028318/habibie-kritik-pembelian-tank-leopard. Sementara beberapa hari ini, banyak sekali yang sedang membully pak Jokowi terkait dengan pernyataan beliau saat debat capres dahulu dengan adanya pameran tank Leopard jalan-jalan di kota Surabaya dan Yogyakarta. Saya kemudian berpikir untuk membagikannya di wall pribadi Facebook saya, dengan tujuan memberikan informasi bahwa ternyata pendapat pak Jokowi tersebut didukung oleh salah seorang mantan presiden Indonesia yang paling genius dan pemegang hak paten yang cukup banyak. Jadi itu tujuan saya membagi artikel tersebut. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk berdebat mengenai ilmu fisika tentang gaya tekan vs luas penampang vs daya rusak tekanan vs tank speed vs daya beban tank vs gaya lurus vs kemampuan daya tembak vs economic value vs military value vs bla bla bla. Ataukah berdebat tentang tank-tank an, karena ini bukan area of study saya sejak saya SMA hingga saat ini.

Sebelum share ke wall, saya menulis kata pengantar (kuranglebih kata pengantar saya (saya sudah menghapus thread tersebut) adalah: “Ada saja orang-orang yang masih mengolok-olok pak Jokowi dengan pendapatnya mengenai tank Leopard ini dan bertanya-tanya siapa pembisik pak Jokowi hingga pak Jokowi mengeluarkan pendapat tentang tank Leopard yang tidak cocok di Indonesia, TERNYATA , salah seorang pembisik beliau adalah Pak Habibi, mantan presiden Indonesia yang sangat genius, pemegang hak paten yang sangat banyak, dan jujur. Satu lagi, menurut saya, ketika ada musuh datang, pastinya musuh itu akan masuk melalui jalur pantai selatan Jawa, sepanjang pantai selatan NTB dan NTT, utara Kalimantan, utara Maluku, atau utara Papua. Apalagi sudah terbukti kalau ada pangkalan militer di Darwin Australia dan Philippine. Sementra infrastuktur di jalur selatan Jawa, contohlah Tasikmalaya, Indramayu dan Garut masih sangat belum terbangun dengan baik. Musuh tidak akan masuk dari pantai utara Jawa, di area yang infrastrukturnya sudah terbangun dengan baik, karena itu namanya bukan menginvasi tetapi kunjungan persahabatan.”

Tapi entah mengapa kemudian saya mengklik share to group bukan share to wall saya sendiri, dan entah kenapa kok yang saya pilih adalah sebuah group yang walaupun saya sudah jadi anggota sejak beberapa bulan lalu, saya jarang sekali aktif, paling baru sekitar lima atau tujuh kali menuliskan komen saya atas tiga atau empat threads yang berbeda. Dan komen-komen saya itupun hanya berlalu laksana angin, tidak ada yang tertarik untuk menanggapi lebih jauh. Satu lagi, saya waktu itu ingin bergabung dengan group ini karena kisah-kisah kontroversial yang sering diceritakan oleh teman-teman alumni dari almamater saya tentang group ini. Bahkan saking tidak aktifnya, sebenarnya saya meng-off-kan notification dari group ini termasuk unfollow feed. Sementara kalau untuk group-group yang lain, saya hanya meng-off-kan notification saja. Jadi kalau mau tahu ada apa, saya langsung masuk ke group ini dan membaca sekilas isi-isinya. Ketidaksengajaan dan ketidakberpertimbangan saya untuk meng-share artikel tersebut ke group ini tersebut ternyata berbuah bully bagi saya. Alhamdulillah. Sesuatu banget deh buat saya, it is such an honour for me.

Sebenarnya setelah memposting artikel beserta pengantar dari saya tersebut, saya langsung melanjutkan pekerjaan saya dan meninggalkan computer saya untuk waktu yang cukup lama. Setelah beberapa jam kemudian, ternyata sudah banyak yang memberi komentar dengan terhubung ke ilmu fisika mengenal gaya tekan vs luas penampang tersebut. Tapi saya biarkan saja karena memang tujuan saya membagi artikel bukanlah untuk berdebat tentang hal tersebut. Bahkan banyak yang memberikan ‘like’ dan ada beberapa yang juga membaginya ke wall pribadi masing-masing dan dengan pengantar yang menyatakan persetujuannya dengan pendapat saya. Saya baru memberikan komentar ketika mulai ada yang justru mengolok-olok pak Habibi, yaitu agar tidak membully pak Habibi. Tetapi ternyata justru saya yang akhirnya yang dibully beramai-ramai oleh beberapa orang, dengan komentar-komentar yang mengatakan bahwa “saya yang justru membully pak Habibi karena sudah berpendapat tentang tank Leopard yang saya tidak tahu apa-apa tentang tank Leopard, dengan berlindung kepada pak Habibi”.

Pada mulanya, saya akan membiarkan saja komen-komen tersebut, seperti biasanya untuk mencari jawaban yang rasional dan dengan bahasa yang terstruktur baik. Tetapi tanpa ba bi bu (hehehhehe kan memang thread terbuka) ada seseorang yang langsung nimbrung tanpa ba bi bu lagi, langsung menuliskan komen berturut-turut yang menyerang pribadi saya, bukan lagi berkomentar tentang isi postingan awal saya, tetap justru menyerang saya secara pribadi, yang saat itu saya tangkap sebagai serangan karena beliau bermaksud untuk mengatakan bahwa saya adalah orang yang asal ngomong (saya merasa dibodoh-bodohkan), tidak paham tentang tank saja berlagak ahli tank, dan saya justru telah membully pak Habibi karena menjadikan pak Habibi sebagai tameng saya atas pendapat saya. Apabila kata-kata disampaikan dengan struktur bahasa yang baik dan tidak slengean, sebagaimana laiknya berkomunikasi dengan orang yang tidak kita kenal, barangkali tidak akan membuat saya tersinggung. Entah apa mungkin karena saya sedang sensitive karena PMS (hehhehe) atau memang saya seperti itu, yaitu saya merasa direndahkan dan saya merasa tdk dihargai oleh orang yang tdk saya kenal tetapi berkomunikasi dengan saya dengan mempergunakan stuktur dan gaya bahasa yang slengean. Atau mungkin dia menganggap sedang berkomunikasi dengan temannya sehingga menggunakan gaya komunikasi slengean seperti itu. Entah. Yang jelas saya tersinggung. Ketika saya sedang berusaha mengatur nafas, tiba-tiba datang komennya lagi, dan kemudian diakhir dengan panggilan oom. Lagi-lagi saya merasa direndahkan dan dihina dengan gaya slengeannya itu. Sehingga saya mengeluarkan komen “oh pantas kamu tidak sopan ke saya, ternyata kamu mengira saya oom-oom , apa kamu tidak baca juga nama saya?”

Eh lha dilalah kok ya dia kemudian mengkopi kata-kata saya tersebut, kemudian membuat thread baru dengan disertai komentar, bahwa panggilan di depan nama tersebut tidaklah penting dalam dunia virtual, dan tidak menunjukkan hormat atau tidak hormatnya kita kepada orang lain, hanya orang-orang yang gila hormat sajalah yang masih menanggap itu penting. Komentar kmdn ramai dengan komen2 yang lainnya, terutama ditimpali oleh seorang wanita bernama Jepang dan sepertinya salah seorang yang amat penting di sebuah departemen pemerintah Indonesia, dengan komentar yang slengean (istilah mereka adalah koplak) dan si wanita bernama Jepang tersebut memberi saya julukan ahli tank (J big smile). Beberapa komen menunjukkan bahwa mereka mempercayai isi thread tsb bahwa saya hanya seseorang yang gila hormat dan panggilan didepan nama sesuatu yang penting untuk saya. Mungkin mereka tidak membaca thread saya sebelumnya sehingga tidak tahu apa yang telah terjadi. Atau mungkin juga gaya bahasa saya sulit mereka pahami, karena dengan kata-kata saya tersebut berarti sudah jelas bahwa, saya mengatakan seseorang itu tidak sopan ke saya karena seseorang tersebut mengira saya adalah oom-oom. Karena biasanya seorang pria akan berlaku sopan dan bertutur sopan kepada seorang wanita. Amat jarang teman-teman pria saya yang tidak sopan dan bertutur slengean kepada wanita. Kecuali memang wanitanya tipe yang slengean pula.

{Memang mereka tidak tahu bahwa saya saat ini bertempat tinggal di Australia, disini jangankan sesama teman, anak kecil umur 3 tahun pun akan memanggil saya hanya dengan nama saya saja, tanpa embel-embel apapun. Saya memanggil professor saya juga hanya dengan namanya saja, tanpa ada embel-embel pak atau mister atau prof.}

Komen sudah masuk puluhan komen, baru kemudian saya muncul dengan komen nomer 1. Dan kemudian keesokan harinya baru saya muncul lagi dengan komen nomer 2 sd 4. Sebenarnya setelah komen nomer 2, si pembuat thread tersebut bermaksud untuk mengajak lagi saya berdebat, tetapi saya sangat terburu-buru untuk melanjutkan riset saya di lab (karena minggu depan saya harus ke New Zealand untuk mempresentasikan hasil riset saya di sebuah international conference di sana), dan ini jauh lebih penting daripada menganggapi diskusi yang pasti hanya debat kusir tdk terarah, tidak berguna untuk saya, dan pasti akan menyerang personal yang saya tidak suka dan hanya akan membuat saya tersinggung lagi; sehingga saya memilih untuk tidak menganggapinya. Komen-komen ini saya kopi dari log di timeline saya.





Tapi terlepas dari perdebatan yang tidak ada gunanya dari dua thread tersebut, thread awal saya yang tentang pak Habibi MAUPUN thread panggilan di depan nama yang sebenarnya salah paham dengan gaya bertutur saya sehingga mengambil kesimpulan yang keliru; ada satu komen dari seorang wanita yang sangat menarik untuk saya dan tidak mudah saya lupakan, setelah saya lihat profilnya adalah seorang dokter wanita yang sudah berusia di atas saya,. Setelah komen ke 4 saya tadi, dia menuliskan bahwa saya perempuan galak dan si bapak pembuat thread dgn tuduhan saya gila hormat tersebut orang yang sabar masih mau meladeni saya. Hehehhehehe mungkin benar, mungkin bagi beberapa pembaca mengalami pertukaran identitas antara saya dan si bapak tsb. Sehingga setiap pembaca membaca komen dari saya maka yang muncul adalah oom-oom yang mengajak berdebat, membully orang, mengolok-olok orang lain; sementara komen-komen si bapak tersebut adalah komen yang mengajak menyudahi perdebatan yang tidak ada gunanya tersebut. Hahahhahahahhaha Semoga si ibu dokter ini membaca kisah ini.


Terimakasih kepada beberapa teman yang sudah mensupport saya melalui dukungan yang sangat luar biasa hebatnya melalui personal message chatting.