Friday, 1 May 2015

Life is just simple

Life is just simple, you only need to follow your path of destiny......


Wednesday, 29 April 2015

Dear Anggun: Indonesia adalah target terbesar di Asia untuk peredaran.

Dearest Anggun C Sasmi,

Anggun, saya memang tidak pernah menjadi penggemar Anggun maupun lagu-lagu Anggun, baik dahulu ketika Anggun masih tinggal di Indonesia maupun sekarang setelah Anggun menetap di Perancis. Tetapi saya cukup tahu Anggun, karena kebetulan rumah orangtua kita berdua di Yogyakarta terletak berdekatan. Jadi mungkin saja, dulu ketika Anggun masih tinggal di Yogyakarta kita seringkali berpapasan, entah di Jalan Sisingamangaraja, dekat rumah orangtua Anggun, maupun mungkin di Malioboro, entah dimana yang pasti di Yogyakarta. Tetapi kemudian entah mengapa Anggun memutuskan untuk meninggalkan kota kita ini, kota yang indah dan penuh dengan kenangan indah bagi siapa saja yang pernah mengunjunginya. Mungkin Perancis lebih memikat hatimu. Entah, yang pasti Anggun bukan lagi orang Indonesia sekarang, tetapi Anggun sudah menjadi warga Negara Perancis.

Anggun, saya paham, setiap orang pasti mempunyai jiwa nasionalisme dan pembelaan terhadap negaranya masing-masing. Dan dengan pembelaanmu terhadap seorang warga Negara Perancis bernama Serge Atlaoui yang akan dihukum mati di Indonesia, sudah membuktikan betapa tingginya rasa nasionalisme Anggun terhadap negara. Demikian pula, saya sebagai warga Negara Indonesia, saya juga pasti akan membela Indonesia dengan sepenuh hati dan jiwa saya. Saya memang saat ini, sama seperti Anggun, sedang menetap di Negara lain, bedanya, saya tetap warga Negara Indonesia dan dalam waktu dekat akan kembali lagi di Indonesia.   

Saya tidak akan membujuk ataupun mempengaruhi cara berpikir dan pendapat Anggun, tetapi saya hanya akan memberikan informasi, mengapa Sergei dihukum mati oleh Hukum Indonesia. Saya kutipkan berita yang banyak dijumpai di koran-koran online ya, karena mungkin Anggun tidak sempat untuk membacanya, apalagi koran-koran tersebut dalam Bahasa Indonesia, yang pastinya tidak menarik untuk dibaca bagi warga Negara Perancis dan pastinya Bahasa Indonesia sudah sulit untuk dipahami dengan mudah.

Ini saya kutipkan berita dari detik.com, Rabu, 22/04/2015 08:20 WIB:

“Polri mulai mengendus pabrik ini pada akhir 2005 silam. Polri lalu melakukan penggerebekan besar-besaran pada 11 November 2005 dan menyita berton-ton bahan pembuat ekstasi, 148 kilogram sabu, dan sejumlah mesin pembuat ekstasi. Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 4.000 meter persegi itu berkapasitas produksi 100 kilogram ekstasi per minggu. Pabrik ini disebut-sebut sebagai pabrik terbesar ketiga di dunia setelah pabrik di Fiji dan Cina! Dengan satu kilogram ekstasi berisi 10 ribu butir pil yang tiap butirnya laku dijual Rp 100 ribu, maka pabrik ini setiap minggunya memiliki omset Rp 100miliar”. 
(http://news.detik.com/read/2015/04/22/082053/2894471/10/ini-dahsyatnya-pabrik-narkoba-yang-dibangun-wn-prancis-di-serang)


Dan saya kutipkan juga informasi dari wawancara MetroTV, station TV Indonesia yang barangkali juga tidak menarik bagi Anggun untuk melihatnya: “Indonesia adalah target terbesar di Asia untuk peredaran”.  “Karena demand yang begitu besar, keuntungan juga besar, and hukumannya juga ringan”. (https://www.youtube.com/watch?v=EvISfBlj_Fw)

Demikian ya Anggun surat saya pendek saja, karena tujuan saya memang hanya untuk memberikan informasi kepada Anggun mengapa Sergei mendapatkan hukuman mati di Indonesia.

Salam,
Ludmilla


Wednesday, 14 January 2015

Jokowi Memang Politikus Ulung

Jokowi itu politikus yang ulung. Saya salut dan angkat topi akan langkah dan strategi yang ditempuhnya dalam menyikapi sesuatu hal, walau untuk itu seringkali beliau merelakan citra diri di mata rakyat Indonesia. Contohnya adalah dalam penetapan Komjen Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri. Nama BG sendiri sebenarnya sudah pernah diajukan oleh Jokowi ke KPK dan PPTIK sebelumnya sebagai salah satu calon menteri, dan dicoret karena stabilo merah yang diberikan oleh KPK. Jokowi sendiri saat penetapan menteri telah melibatkan KPK dan PPTIK, diduga untuk meruntuhkan desakan dan pemaksaan orang-orang sekitarnya atas orang-orang yang tidak kredibel dan bersih sebagai salah seorang menteri. Oleh karena itulah mengapa kali ini Jokowi tidak membawa BG ke KPK lagi untuk penetapannya sebagai calon Kapolri, karena jejak langkah BG sudah diketahui oleh Jokowi. Apalagi berita tentang rekening gendut para pejabat polisi itu sudah lama beredar. Masyarakat Indonesia pun hampir semuanya tahu, mustahil seorang Presiden Jokowi tidak mengetahuinya.

Sementara di satu pihak lagi, barangkali desakan Jokowi untuk mengajukan BG sebagai Kapolri sangat kuat. Ingat bahwa Jokowi sendiri sebenarnya tidak mendapatkan dukungan yang penuh dari PDIP, walaupun PDIP merupakan partai pengusung Jokowi sebagai presiden. PDIP itu masih sepenuhnya berada dibawah kendali Megawati. Sementara JK juga tidak mendapatkan dukungan dari Golkar, bahkan Golkar justru memilih beroposisi terhadap pemerintahan. Dengan demikian apabila Jokowi menempatkan dirinya head to head dengan PDIP atau bahkan dengan Megawati, maka hilanglah sepenuhnya dukungan dari PDIP yang sebenarnya hingga saat ini masih setengah hati mendukung Jokowi tersebut. Roda pemerintahan akan berat untuk berjalan apabila dukungan dari parlemen tidak ada. Kubu KMP sudah pasti merupakan pihak oposisi pemerintahan, apalagi didukung rumor bahwa adanya agenda KMP untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi di tahun kedua tersebut.

Awalnya saya mengira bahwa Jokowi akan memakai DPR sebagai alat untuk menolak BG sebagai Kapolri. Walau untuk ini ada mungkin ada dua kemungkinan.Satu, DPR akan menolak BG karena walau bagaimanapun KMP masih menjadi mayoritas, dan KMP ingin menunjukkan kepada public tentang komitmen KMP untuk pemberantasan korupsi. Istilah Jawa “nabok njilih tangan” akan terjadi disini. Jokowi meminjam tangan DPR untuk menolak BG sebagai Kapolri. Sehingga dengan kejadian ini, Jokowi tidak perlu berhadapan dengan Megawati maupun PDIP. Dua,KMP menerima BG sebagai Kapolri, dan kalau ini yang terjadi, runtuhlah kewibawaan pemerintah dan polisi di mata masyarakat.
Setelah KPK menetapkan BG sebagai tersangka, saya pun menduga bahwa ternyata scenario ini yang dijalankan. Saya menduga semua kejadian ini adalah scenario hasil kerjasama Jokowi dengan KPK. Barangkali memang seperti inilah rencana, selepas Jokowi menetapkan BG sebagai calon tunggal Kapolri, maka kemudian beberapa hari kemudian KPK menetapkan BG sebagai tersangka. Dengan demikian Jokowi sudah menolak Kapolri hasil desakan dari orang-orang sekitarnya dengan cara tidak dengan tangannya sendiri. Setelah ini dengan pastinya Jokowi akan bermain lebih berani untuk menempatkan orang-orang yang credible, bersih dan capable untuk menjadi orang-orang yang bekerja bersamanya tanpa desakan dan paksaan dari orang-orang sekitarnya lagi.

Dunia politik memang keras, dan kita harus mampu bermain cantik agar menang.

Artikel saya ini juga saya upload di account saya di kompasiana:

Wednesday, 10 December 2014

Sabar bukankah berarti kita diam saja ketika orang lain menganiaya kita, tetapi adalah ketika kita mengerti permasalahan yang sesungguhnya dan menyelesaikan nya dengan langkah yang bijaksana, tidak menyakiti atau merugikan orang lain. Sabar juga bukan berarti kita diam saja ketika dituduh dengan semena-mena, tetapi bagaimana membuka kebenaran itu dengan bijaksana dan terhormat.

Sunday, 30 November 2014

Just remember, everything in this world is not happened without any reason. You will know the answer of all your questions why you have to get into this all processes, after sometimes in the future. Nothing is incidentally happened. Everything is given by God with a special purpose.

Thursday, 30 October 2014

Nelson, New Zealand (Maori: Whakatu = build): kota kecil yang Indah

Kali ini adalah pertama kalinya saya menginjakkan kaki saya dibumi New Zealand. Dan saya sangat beruntung bahwa saya berkesempatan untuk menginjakkan kaki di kedua pulau besar New Zealand, South Island and North Island.  

Pertama kali pesawat saya mendapat di Bandara Christchurch setelah terbang selama kurang lebih 3,5 jam dari Melbourne. Christchurch adalah sebuah bandara international yang relatif kecil. Dan saya cukup menyesal ketika mengetahui betapa kecilnya Bandara ini, setelah saya melewatkan sebuah gambar di dinding dengan ucapan "Welcome to Christchurch" setelah baggage claim dan saya tdk berhenti untuk memotret diri saya dengan latarbelakang tulisan dan gambar tsb; karena saya hanya mempunyai waktu satu jam transit dan sudah terpakai sekitar 20 menit untuk urusan imigrasi dan baggage claim. Padahal itu bisa menjd bukti mudah bahwa saya pernah mendarat di bandara Christchurch. 

Perjalanan dari Christchurch ke Nelson melewati pegunungan hijau yang sangat jarang terdapat perkampungan di antaranya,  walaupun saya melihat jalan yang membentang panjang dan berkelokkelok di antara hutan,  gunung dan bukit. Tetapi bagian yang membuat excited adalah kami menumpang pesawat capung kecil dengan kursi penumpang kuranglebih 40, berisi hanya kira 27 orang saja. Ini adalah pertama kali dalam hidup saya menumpang pesawat capung seperti itu.


Mendarat di bandara Nelson, saya juga menjumpai sebuah bandara yang cukup kecil dan minimalis. Walaupun Nelson merupakan kota tertua kedua settlement orang2 Eropa masa lalu, yang terbangun pada tahun 1841, tetapi Nelson bisa di katakan hanya sebuah desa kecil yang hanya berpenghuni sekitar 46.437 penduduk saja. Nelson terletak di bagian utara Pulau Selatan NZ, berbatasan dengan desa Richmond di sebelah selatan dan Marlborough Bay di utara. Nelson terletak di pantai barat South Island pada Tasman Sea. Nelson dapat ditempuh dengan Kapal Ferry, dari kota Wellington menuju pelabuhan Piston dengan mempergunakan bus. Yang pastinya menjanjikan pemandangan yang luar biasa indahnya.


Kota kecil, bahkan bisa di katakan desa, tetapi sangat indah adalah kelebihan yang bisa kita dapatkan dengan mengunjungi kota Nelson. Banyak bangunan tua bergaya Eropa disana, khas sebuah kota settlement Eropa seperti halnya Australia, dengan sejarah yang sangat menarik dan indah untuk di kenang.


Saya mengunjungi Nelson karena Cawthron Institute, sebuah lembaga swasta ilmu pengetahuan terbesar di NZ. Didirikan pada tahun 1919, sebagai sebuah warisan dari Thomas Cawthron,  sehingga nama institute juga diberikan setelah nama dia. Thomas Cawthron adalah seorang filantropis yang meninggal pada tahun 1915, dan kemudian meninggalkan kekayaannya untuk membangun sebuah institute yang berfokus kepada industri, sekolah teknik dan museum. Institute tersebut kemudian diberi nama Cawthron Institute. Cawthron Institute kemudian mengembangkan banyak kegiatan riset yang berfokus mengenai insekta dan penyakit tanaman, tanah dan nutrisi tumbuhan, dan kimia pertanian; dengan tujuan membantu industri pertanian, kehutanan di Nelson and New Zealand.



Original Institute Building,
Original Institute Building, The Nelson Provincial Museum

Saat ini Cawthron Institute telah berkembang menjadi salah satu institute dunia yang berfokus kepada akuakultur, keamanan makanan dari laut, ekologi kelautan dan muara, ekologi perairan tawar, dan laboratorium analitik. 

Sebuah kunjungan ilmiah ke kota Nelson yang sangat bernilai.

Monday, 20 October 2014

Kebaikan adalah investasi

Hari ini, saya melihat dan menyaksikan proses pelantikan Bapak Joko Widodo menjadi presiden RI ke-7 melalui layar komputer saya. Pelantikan ini merupakan pelantikan kedua yang pernah saya saksikan secara langsung (melalui layar komputer/televisi) setelah pelantikan Barack Obama sebagai presiden US untuk periode kedua. 

Saya pernah membaca di suatu status facebook seorang teman bahwa kebaikan itu adalah sebuah investasi. Ketika itu, status tersebut menyoroti tentang Raffi Ahmad yang dalam pernikahannya mendapatkan banyak hadiah mewah dari para sahabatnya, yang konon dikarenakan Raffi Ahmad ini adalah seseorang yang juga baik hati dan ringan tangan kepada para sahabatnya. Sehingga akhirnya kebaikan tersebut berbalas, walaupun barangkali ketika Raffi Ahmad tersebut berbuat baik tidak terbersit sedikitpun untuk mendapatkan balasan.

Kemudian apa hubungannya antara pelantikan presiden dan Raffi Ahmad? Konon, bapak presiden ketujuh kita ini, Bapak Joko Widodo, juga merupakan orang yang sangat baik hati, ringan tangan, dan religious. Barangkali hal tersebutlah yang menjadikan beliau hanya berpikir untuk bekerja dengan sebaik-baiknya, jujur, dan penuh pengabdian kepada rakyat Surakarta ketika terpilih menjadi Walikota Surakarta untuk yang pertama kalinya. Sehingga pada pemilihan yang kedua kalinya, beliau menang 90.9%, kemenangan telak yang pertama dalam sejarah pemilihan pimpinan daerah di Indonesia. Dan kemudian sejarah membuktikan, beliau dapat terus melaju ke pemilihan Gubernur DKI. Dan beliau saat ini adalah presiden RI ketujuh. 

Terlepas dari takdir Illahi, tetapi saya yakin bahwa kebaikan dapat merubah karma dan takdir itu sendiri. Sehingga berbuat baiklah selalu, dengan ikhlas dan jangan berhitung, karena kebaikan adalah investasi.